Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Guncang Pekon Penantian ulubelu Tanggamus

Menu Atas

Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Guncang Pekon Penantian ulubelu Tanggamus

Safrizal Nelson
Senin | 07:11 WIB Last Updated 2025-08-25T00:16:21Z







Tanggamus, Lampung,Trabasnews.id – Pekon Penantian, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, mendadak menjadi pusat perhatian pada Jumat, 22 Agustus 2025. Bukan tanpa alasan, kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pengabdian Pada Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati Bandar Lampung membawa angin segar perubahan yang siap mengguncang paradigma lama dan membuka lembaran baru bagi masyarakat setempat.

 

Acara yang dihadiri oleh jajaran perangkat pekon, tokoh-tokoh berpengaruh, dan ratusan warga ini menjadi momentum bersejarah yang menandai kolaborasi apik antara akademisi dan komunitas. Hebatnya, seluruh orkestrasi acara, mulai dari pembawa acara yang memukau hingga penyampaian materi yang menggugah, sepenuhnya dikendalikan oleh para mahasiswa KKL-PPM UNMAL yang penuh dedikasi.

 

Revolusi Limbah Kopi: Arang Briket Ramah Lingkungan Lahir dari Tangan Mahasiswa UNMAL!

 

Program unggulan yang menjadi buah bibir adalah pemberdayaan limbah kulit kopi. Mahasiswa UNMAL tampil sebagai agen perubahan dengan memberikan sosialisasi yang mendalam tentang cara menyulap limbah yang selama ini dianggap sampah menjadi arang briket ramah lingkungan yang bernilai jual tinggi.

 

"Kami melihat gunung emas tersembunyi di balik limbah kulit kopi yang selama ini terabaikan," tegas Koordinator KKL-PPM UNMAL dengan semangat membara. "Melalui program revolusioner ini, kami ingin membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan produk inovatif yang tak hanya ramah lingkungan, tapi juga mampu meningkatkan taraf hidup mereka."

 



Materi penyuluhan dikemas secara komprehensif, mulai dari pengenalan mendalam tentang limbah kulit kopi, eksplorasi potensi pemanfaatannya yang tak terbatas, hingga demonstrasi praktik pembuatan arang briket yang memukau. Warga pun tak mau ketinggalan, mereka antusias mengikuti setiap langkah, mulai dari pengumpulan bahan hingga proses pembakaran yang menghasilkan arang briket berkualitas tinggi.

 

Sentuhan Magis Film Pendek: Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini yang Menyentuh Hati!

 

Tak hanya berhenti pada pemberdayaan limbah kopi, mahasiswa UNMAL juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap isu pernikahan dini. Mereka menggagas program edukasi yang inovatif dengan memproduksi film pendek bersama warga Pekon Penantian. Film ini bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan yang mampu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat.

 

Dengan bahasa yang lugas dan cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, film ini menyampaikan pesan-pesan penting tentang bahaya pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak. Setiap adegan dirancang untuk menyentuh emosi dan menggugah kesadaran penonton.

 

"Kami berharap film ini dapat membuka cakrawala generasi muda dan para orang tua tentang pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan yang matang. Pernikahan dini bukanlah jalan keluar, melainkan jurang yang akan menghancurkan impian dan masa depan anak-anak kita," ungkap salah satu mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan film, dengan penuh keyakinan.

 

Gelombang Antusiasme dan Harapan Baru Memenuhi Pekon Penantian!

 

Kegiatan KKL-PPM UNMAL ini disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat Pekon Penantian. Mereka berbondong-bondong mengikuti praktik pembuatan arang briket dan memberikan apresiasi setinggi langit terhadap film edukasi yang telah diputar.

 

Kepala Pekon Penantian tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UNMAL atas kontribusi luar biasa yang telah mereka berikan. "Kami merasa sangat beruntung dapat bekerja sama dengan mahasiswa KKL-PPM UNMAL. Ilmu dan keterampilan yang telah mereka bagikan akan menjadi bekal berharga bagi kemajuan pekon kami," ujarnya dengan mata berbinar.

 

Melalui KKL-PPM yang spektakuler ini, mahasiswa UNMAL telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya mahasiswa biasa, tapi juga agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat, menggali potensi lokal, dan mencegah pernikahan dini. Semangat pengabdian dan inovasi yang mereka tunjukkan patut diacungi jempol dan dijadikan inspirasi bagi seluruh pelosok negeri. Sihan

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Guncang Pekon Penantian ulubelu Tanggamus

Trending Now

Iklan